Tuesday, February 6, 2007
Blue Syafier
Blue Syafier adalah nama sejenis batu cincin yang berwarna biru berkilau. Nama ini mengilhami penulis novel, Roidah, untuk menjadikannya sebagai nama penerbitan yang didirikan Roidah 1 Januari 2007, yaitu lengkapnya disebut : Blue Syafier Publishing. Batu cincin Blue Syafier pernah dihadiahkan sang ayah, H Bakri, ke Roidah yang tetap disimpan Roidah hingga kini dan menjadi bagian loggo dari Blue Syafier Publishing. Untuk saat ini, penerbitan tersebut baru menerbitan karya-karya Roidah saja. Buku perdana yang diterbitkan Blue Syafier Publishing berjudul : Terlalu Cinta, berupa novel. Sedangkan karya-karya Roidah yang sebelumnya (juga berupa novel dan kumpulan cerpen) diterbitkan oleh berbagai penerbitan, antara lain penerbit di Jakarta dan Yogyakarta. Hingga kini, buku-buku tersebut dapat ditemukan di toko-toko buku seluruh Indonesia.
Sinopsis Novel-Novel Roidah
Judul : Love Save Me (Terbit 2005)
Andhira, gadis sederhana yang pendiam, suatu kali terjebak dalam permainan segerombolan preman iseng yang biasa mangkal di tepi pantai saat sore menjelang malam hari. Dia justru diselamatkan Alex, idola kampus yang pernah mengurangajarinya dalam sebuah pesta ulang tahun. Tapi pertolongan itu membuatnya mengenal lebih jauh lelaki yang ternyata sangat baik hati dan perhatian itu. Mereka menjadi dekat.
Namun di saat hati Andhira mulai merasakan ada getaran lain pada cowok itu, seorang wanita yang pernah jadi cinta lama Alex, hadir di antara mereka. Namanya Mutia, mereka terpisah karena keadaan yang sama-sama tak dikehendaki keduanya. Hingga Alex pun terasa kian jauh dari jangkauan Andhira. Apalagi ketika cowok itu kemudian pindah dari kota mereka demi mengikuti kemana Mutia tinggal, dia tak ingin terpisah lagi dari gadis masa lalunya itu.
Sementara Andhira yang juga harus menghadapi perangai jahil Santos, kakak tirinya karena mamanya menikah lagi, kian merasa hidupnya tak membahagiakan. Apalagi secara tak terduga mamanya, papa baru, dan abang kandungnya meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil, Santos kian bebas bersikap padanya. Hidup gadis itu bagai di ujung tanduk dalam cengkraman Santos. Bagaimana akhirnya nasib hidup dan cinta Andhira? Selamat mengikuti kelengkapan novel ini.*****
Judul : Don’t Touch Me! (Terbit 2006)
Tak sengaja mulut Ben menempel di pipi Lindi, gadis yang dicemoohi gank Ben tapi dikompetisikan. Cewek itu lari sekencang-kencangnya. “Dasar cewek zaman batu,” rutuk Ben,cowok paling keren dan tajir itu di kampus, merasa segala jurusnya mentah di hadapan Lindi. Namun peristiwa tak sengaja itu belakangan membuat hatinya tak enak. Apalagi begitu mengetahui arti sikap tersembunyi cewek itu, melahirkan banyak kejutan baginya.
Batinnya yang selalu puas dalam kompetisi menaklukan cewek mana saja, kali ini benar-benar terombang-ambing bahkan nyaris hancur berkeping-keping. Apalagi begitu dia tau rahasia penyebab Lindi selalu berlari darinya. Gadis itu justru menjadi pelega kehausannya dalam mencari, namun juga menjadi pembakar benci pada lingkaran hidupnya dan orang-orang yang menyebabkannya melihat dunia.
Bagaimana dengan cewek itu sendiri? Kenapa hatinya yang perlahan turut bergetar pada Ben justru tetap dibawanya berlari? Apakah ada hubungannya dengan ayah Lindi, orang yang sangat dikenal Ben? Akankah ada keadaan yang bisa mengurai satu-persatu kerumitan jalan Lindi dan Ben atau tidak ada sama sekali lorong bagi mereka untuk menyatukan ikatan murni batin mereka? Dan siapa pula Sadira, Sami, Teguh, Gala, dan tante Sastri bagi hidup Ben dan Lindi? Selamat mengikuti kelengkapan novel ini.*****
Judul : Menyalakan Matahari (Terbit 2006)
Karena pernah disakiti oleh pria, ditambah pula menyaksikan sendiri penderitaan kaum perempuan karena ulah laki-laki, Jeni membenci semua lelaki. Bahkan memutuskan tak akan menikah. Dengan ayahnya pun Jeni juga tidak dekat, karena sejak Jeni kecil ayahnya sudah sibuk dengan urusan pekerjaannya saja.
Namun begitu sang ayah termasuk ibunya meminta dia menikah karena usianya sudah kepala tiga, Jeni memilih pergi dari rumahnya. Dia berangkat ke Jambi, bekerja di pendampingan masyarakat Suku Kubu Jambi.
Di sini dia justru bertemu Laman Senjo, anak pimpinan salah satu kelompok Suku Kubu, yang mampu merombak pandangannya tentang lelaki dan hidup. Selain itu, dia juga mengenal Sultan, teman sekantor, yang kemudian mengombang-ambingkan perasaannya yang pernah terkubur sekian lama. Sultan membuat Jeni kembali menoleh ke masa lalu, menyadarkan cewek itu pada garis lurus yang tegak antara kekecewaannya pada lelaki dengan kebutuhannya akan tuhan.
Namun sisa kekerasan hatinya pada prinsip yang pernah melekat akan lelaki, membuat dia justru memilih menaklukan kedua lelaki tersebut hanya demi menjawab tuntutan orang tuanya yang terus mengejarnya untuk menikah hingga ke Jambi. Namun apakah benar demikian? Benarkan ego semata yang bicara atau sesungguhnya dialah yang telah takluk pada kedua lelaki itu? Lalu siapakah yang dipilihnya?
Apakah dia akan menikahi Laman Senjo lalu merubahnya menjadi lelaki kota? Sebab diakuinya dia telah jatuh simpati pada lelaki itu. Namun adakah secuil ketulusan terselip di hatinya dalam memilih Laman atau Laman hanya dijadikannya sekedar tameng? Kalau iya, bukankah itu kian membenarkan kekalahannya dalam menghadapi perasaannya pada lelaki? Batin Jeni bergolak dasyat. Pergolakan itu kian seru saat dia tanpa sengaja bertemu Ipung, lelaki yang dijodohkan ayahnya padanya.
Apa makna lelaki itu di hatinya? Karena tanpa diinginkannya, Ipung juga telah berhasil masuk kedalam logikanya, mengurai makna tentang apa yang dibutuhkan wanita dari pria. Siapakah atau adakah salah satu dari mereka yang terpilih, menetap menjadi pelabuhan hidup Jeni? Silahkan ikuti kelengkapan novel ini.*****
Judul : Really…I Love You! (Terbit 2006)
Sizelef Oscaris, cowok model iklan rokok dan minuman berenergi, yang juga Ketua Pencinta Alam Rimba Raya di SMU-nya, lagi broken heart karena diputusin Nagita, cewek cantik dan idola di sekolahnya. Ze ingin balas dendam. Dia tak ingin terlihat hancur di hadapan Nagita, malah dia ingin mencemoohkan cewek itu.
Didekatinya Fidelia, sahabat Nagita. Cewek gempal yang pendiam namun manis itu dijadikannya alat untuk memanas-manasi Nagita, bahwa kecantikan Nagita bukanlah yang digilainya, seujung kukupun! Berhasil! Ze membuat PD Nagita down. Hingga Nagita juga tak rela Ze berpaling darinya dan minta balik ke Ze. Nagita mengakui kalau sampai Fidelia suka pada Ze, itu berarti Ze memang yang terbaik di muka bumi ini. So, Nagita tak akan melepaskan Ze. Namun justru Ze belakangan yang tak iklas meninggalkan Fidelia. Bersama Fidelia, Ze bebas menjadi dirinya.
Cewek itu bisa membuat Ze terbuka bercerita betapa tertekannya dia menjadi anak yang malah tak dianggap punya kelebihan apa-apa dari kakak-kakaknya yang berprestasi di bidang olah otak. Fidelia membuat Ze memahami arti sikap keluarganya dan membantu Ze terpacu berprestasi di bidang yang sama demi kelapangan hidup Ze kelak. Bersama Fidelia, tak pernah ada kecemasan di hati Ze meninggalkannya kapan saja ketika rasa ingin menjelajahi setiap rimba muncul demi memenuhi kehausannya menaklukan alam semesta! Karena begitu Ze pergi dan kembali, dia selalu merasa memiliki dan dimiliki seseorang!
“Fidelia membuatku merasa tak pernah harus menjadi buruh untuk perasaanku sendiri. Tak pernah terjajah oleh rasa takut kehilangan. Itu yang selalu menguasaiku selama mencintai Nagita. Dan bersama Fidelia aku merasa apa yang aku lakukan memiliki arti,” desis Ze. Dan saat Nagita pergi lalu kembali, untuk pertama kalinya Ze dijajah oleh rasa itu lagi, tapi bukan dari Nagita. Melainkan dari Fidelia! Sedangkan bagi Fidelia, dia tak ingin melukai perasaan Nagita dan tak yakin Ze menyukainya yang membuatnya kemudian memutuskan pergi dari keduanya.
Ze menyesali dirinya yang masih saja bimbang, meraih Nagita kembali atau menetap di palung jiwa Fidelia! Membuat Fidelia benar-benar menghilang! Ze sungguh merasa hancur melebihi perasaan hancur saat diputusin Nagita. Akhirnya masa-masa yang dilaluinya dengan Nagita tak lebih dari masa seperti rutinitas minum obat saja, penenang kerinduannya pada Fidelia. Karena lewat Nagita, Ze masih berharap bisa mengetahui dimana dan bagaimana keadaan Fidelia. Namun sia-sia, tak ada informasi yang berhasil didapatnya dari gadis itu.
Hingga di suatu masa empat tahun kemudian, Ze bertemu cewek kurus, segala-galanya mirip Fidelia. Tapi cewek itu tak mencintainya dan dalam keadaan sekarat! “Oh…Seandainya Fidelia mengetahui betapa aku sebenarnya sangat mencintainya,” jerit hati Ze putus asa.
Akankah kisah tiga orang ini, Ze, Fide, dan Nag berakhir dengan terurainya benang kusut dalam jalinan kisah mereka? Silahkan meneruskan membaca kelengkapan novel ini.*****
Judul : Percaya pada Cinta (Terbit 2006)
Semula Risti bingung apakah anugerah baginya mengenal tak sengaja Yuga Disparaka, lelaki berstyle eksekutif tapi sangat asal. Apalagi pertemuan mereka berlangsung di sebuah mall. Dan itu demi melarikan rasa malu Risti pada Sagara, lelaki sekantor yang dikagumi gadis itu saat iRisti mendapati ibunya kembali mengemis di kawasan mall itu walaupun telah berulang kali dilarang Risti.
Namun sang ibu bandel karena menikmati kemudahan mendapatkan uang hanya dengan memasang tampang memelas sambil menadahkan tangannya. Risti takut Sagara mengetahuinya, maka gadis itu membatalkan niatnya melanjutkan menasehati ibunya di keramaian itu.
Saat bersembunyi itulah, Risti justru menabrak tubuh besar Yuga yang tengah memeluk mesra pinggang seorang wanita cantik bak peragawati. Bagi Risti ‘tabrakan’ tak sengaja itu, tak meninggalkan bekas apa-apa. Namun bagi Yuga berbeda. Dia tertarik wajah klasik Risti yang cantik alami. Dasar pria kalangan atas yang selalu di kelilingi wanita-wanita cantik, pikiran ingin menggaet Risti pun muncul. Tapi karena pertemuan mereka hanya sekejap itu tak bisa menghasikan apa-apa, Yuga menyuruh bawahannya mencari informasi tentang Risti. Bodyguard Yuga dengan bermodalkan foto di HP hasil bidikan Yuga yang diambil saat adengan tabrakan dengan Risti.
Sampai pada suatu hari Yuga mendatangi kantor Risti dan mengajaknya berkenalan. Risti yang merasa Yuga pria gombal dan berani menghampirinya di saat sudah punya wanita yang dilihatnya di mall, langsung menilai minus Yuga. Hingga gadis itu pun selalu enggan bicara panjang dengan Yuga. Tapi Yuga tak patah semangat, justru itu yang kian membuatnya ingin menaklukan Risti. Apalagi beberapa kali dilihatnya sifat positif gadis itu yang sudah susah ditemukannya di zaman sekarang, Yuga pun terus menjejali Risti sampai membuntuti dimana rumah gadis itu.
Sementara berjalan waktu hati Risti hancur-lebur karena Sagara yang dikaguminya tertarik pada teman kantor Risti yang cantik berpoleskan make-up. Sagara justru suka wanita yang sangat memperhatikan dandanannya. Di tengah patah hatinya, Yuga datang ke rumah gadis itu. Dan yang mengagetkan bagi keduanya ternyata ayah Risti adalah satpam di kantor Yuga yang sering menyapa Yuga setiap datang ke kantor.
Lewat ayah Risti inilah, Yuga kian bisa masuk ke tengah hidup Risti bahkan kemudian melamar gadis itu! Risti tentu tidak mau menerimanya begitu saja. Tapi karena desakan ayahnya dan janji ibunya yang tak akan mengemis lagi, Risti akhirnya tak kuasa menolak Yuga. Namun dengan syarat, Yuga tidak boleh menyentuhnya selama cinta belum tumbuh di hati gadis itu. Dasyatnya, Yuga setuju! Dia yakin suatu waktu bisa menaklukan hati Risti. Sedangkan bagi Risti dia tetap bersikap melepaskan Yuga yaitu dengan memberikan alternatif jika memakan waktu yang lama perasaan gadis itu tetap tidak hidup pada Yuga, Risti mengizinkan Yuga pergi darinya, menceraikannya.
Sampai suatu hari Yuga didatangi Selena, pacar yang dulu sangat digilainya dari pacar-pacarnya yang lain. Meski kesempatan berselingkuh terbuka lebar, tapi hati Yuga telah garing pada gadis itu. Hingga Selena merasa terhina dan benci pada Risti. Dia pun menyuruh orang bayarannya memperkosa Risti. Sementara itu dia sendiri akan memanas-manasi Risti dengan bilang Yuga telah berkhianat pada gadis itu.
Berhasil! Risti tersulut untuk menuntut kesepakatan agar Yuga melepaskannya. Terjadi perang hebat antara Risti dan Yuga. Di saat itu pula masuk si pengacau yang ingin merenggut kesucian Risti. Namun seketika pula Yuga yang justru datang menjadi penyelamatnya. Akhirnya justru itulah yang jadi pemantik cinta tumbuh di hati Risti pada Yuga.*****
Judul : Terlalu Cinta (Terbit 2007)
Suatu hari yang tak terduga, gadis lugu bernama Flamida bertemu Rigo, cowok urakan yang kaya-raya tapi lebih suka tinggal di jalanan. Rigo teman dekat ayah tiri Flamida, lelaki yang tak disukai Flamida karena sering mengasari ibunya dan menggoda dirinya. Bahkan beberapa kali ayahnya itu pernah hendak menyentuh Flamida.
Maka Rigo pun sangat tak disukai Flamida. Di kepala perempuan yang baru melewati usia 17 tahun itu, Rigo pasti juga binal dan jahat kayak bapak tirinya itu. Sampai suatu kali Flamida diselamatkan Rigo saat bapak tirinya tersebut hendak melanjutkan aksi kurang ajarnya pada Flamida.
Gadis itu menangisi nasibnya yang menderita. Susah dihentikan Rigo. Lelaki yang berperawakan kekar dengan kulit gelap itu haru, karena hati dibalik tubuh besar itu sangat mudah luruh pada perasaan lemah perempuan.
Hingga dia bertekad menyelamatkan kehidupan Flamida dengan mengajak gadis itu meninggalkan rumahnya. Flamida tidak begitu saja mempercayai Rigo. Hingga Rigo pun membuktikannya dengan mengantarkan Flamida ke rumah teman perempuannya untuk tinggal di sana, menyelamatkan diri dari incaran si ayah tiri. Rigo juga membantu mencarikan Flamida pekerjaan.
Namun tinggal satu rumah dengan perempuan yang mencintai Rigo, membuat hidup Flamida tak pernah bebas dari luka. Liza, perempuan pekerja kafe itu justru menyiksa Flamida dengan sikap judesnya namun tampak sangat manis di depan Rigo. Sampai suatu kali Flamida lari dari rumah itu namun kepergok Rigo di gang jalan. Lelaki itupun akhirnya tau kondisi ketertindasan batin Flamida.
Rigo merasa tak ada yang bisa dipercaya untuk menolong Flamida karena teman-temannya memang orang yang hanya setia padanya namun belum tentu bisa menerima orang lain. Sementara kehidupan rumah tangga ibu Flamida dengan sang ayah tirinya juga kian di ujung tanduk sejak kepergian Flamida. Pertengkaran-pertengkaran terus terjadi hingga meruncing dan mencapai puncak dengan kematian sang ibu di ujung pisau si ayah tiri.
Walau sang ayah tiri sudah dijebloskan ke penjara, kepedihan di hati gadis itu tentulah tak mudah hapus begitu saja. Bahkan Flamida merasa juga tak guna melanjutkan hidupnya. Rigo pula yang kemudian mengokohkan kemauan melanjutkan langkah ke masa depan di hati gadis itu. Dia bahkan menawarkan rumahnya yang hanya ditinggali dirinya dan tiga orang pembantu untuk tempat Flamida bernaung. Sedangkan mama dan papa Rigo telah beberapa bulan menetap sementara di Amerika dalam rangka mengembangkan bisnis keluarga di sana.
Namun Flamida tetap masih tak yakin pada Rigo, tapi dia juga tak punya sanak-family lain yang bisa membantunya, sementara teman-teman yang dipunyainya juga orang-orang susah. Flamida akhirnya menerima juga tawaran Rigo.
Namun ternyata bantuan Rigo itu pun tak terlepas dari rasa yang terlanjur mengikatnya, yaitu cinta pada Flamida. Hanya saja Flamida masih tak menyadarinya walau mulai terbuka masuk ke kehidupan Rigo. Sementara lelaki itu kian tak bisa membendung perasaannya yang semakin kokoh tumbuh pada Flamida. Apalagi dengan setiap hari mereka bertemu di rumah.
Rigo pun menujukan banyak perubahan demi cintanya pada Flamida. Lelaki itu jadi lebih alim dan mau menuruti kemauan orang tuanya untuk tekun kuliah dan melanjutkan bisnis ortu. Rigo mulai membenahi hidupnya, demi seorang Flamida.
Gadis itu pun mendapat simpati keluarga Rigo, karena dengan mereka jarang di Indonesia, mereka berharap ada orang yang bisa menggiring Rigo menjadi lebih baik. Rigo sendiri tetap tak mau mundur untuk terus memegang tekad melindungi dan membahagiakan Flamida.
Bagaimana dengan hati gadis itu sendiri? Karena tanpa dikuasainya, dia malah menyukai Giran, kakak Rigo yang dewasa dan tenang, manager perusahaan papa Rigo di Malaysia yang suatu kali pernah pulang ke rumah Rigo. Lelaki itu menebar kebaikan dan Flamida merasakannya sebagai perasaan yang berbalas dari Giran. Namun benarkah Giran mencintai Flamida? Apakah itu tidak sikap yang memang sudah biasa diberikannya pada setiap orang atau justru perangai gombalannya saja?
Lalu bagaimana pula dengan perasaan cinta Flamida di masa lalu pada Elang yang masih terus ditunggunya demi sebuah janji di sepucuk surat? Flamida tetap tak lelah menunggu ungkapan cinta kedua orang tersebut. Namun mampukah kali ini dirinya terus menunggu di saat Rigo semakin penuh kebaikan, ketulusan, dan menunjukkan keseriusan hatinya pada Flamida?
Akankah Rigo bisa masuk menghapus penungguan di dada Flamida? Atau dua-duanya akan tetap saja sama-sama dalam penungguan akan ungkapan rasa yang sebenarnya dari orang-orang yang mereka cintai? Silahkan ikuti kelengkapan novel ini.*****
Judul : I Hate U But…(Terbit 2007)
Riana, si cewek cool, kata sebagian temen, namun dicap si cewek munak oleh sebagian lainnya. Gimana enggak, tuh cewek pas dideketin cowok khususnya seputar hati, langsung pasang tampang serem. Begitu juga kalo liat sepasang mahluk terikat pacaran, ikut ngurusin, kasi pendapat kontra biar yang kasmaran itu tuh putus. Ih, kejam banget ya!
Tapi khusus yang terakhir ini, paling Riana beraninya cuma ke sohib-sohibnya doang, dengan mengkampanyekan tak ada gunanya pacaran, karena ujung-ujungnya pasti hati bakalan kayak daging dikupas trus diolesin jeruk nipis. Tak ada kamusnya pacaran yang bisa abadi sampai kakek-nenek, orang nikah saja bisa cerai, ujar Riana ke temen-temennya itu.
Namun apesnya, seluruh sekolahan sudah pada tau slogan tuh cewek. Maklum Riana populer sih di sekolahannya, cewek paling cantik dan tokcer. Jadi sepak-terjang dan trade record-nya mudah diketahui seantero sekolah, apalagi oleh kaum cowok yang dulunya teramat riuh rebutan naksir cewek itu. Namun belakangan nyadar, sia-sia menggelar aksi apapun buat meluluhkannya.
Kenapa Riana bisa tumbuh begitu di saat masanya ABG bersemi-seminya menggandrungi dan digandrungi rasa cinta? Ini pasti gak salah akibat dari kakaknya Reka yang hampir tiap tiga bulan sekali curhatin putus-nyambung dengan pacar-pacarnya, bahkan sekedar curhatan tentang calon pacar yang kemudian tak jadian. Yang kalo dihitung-hitung hampir selalu ditutup sesegukan Reka habis bercerita.
Trus tanpa terduga Riana juga pernah terseret sekali dalam sekali pacaran yang kemudian dilukai pula. Tuh cowok namanya Reno, pindah kota trus gak ngontak-ngontak Riana lagi. Gak tau kenapa….Itulah pemicu Riana selalu menekankan di dalam hati gak bakalan pacaran. I hate a boy!! Gitu tuh satu kalimat yang selalu bergaung di dada cewek itu.
Bagi yang menamai Riana si cewek munak, tentu atas pendapat gak mungkin ada manusia menafikan perasaan alamiah yang udah ngikut di diri tuh orang sebagai satu paket yang dikasih ama yang di atas. Jadi mereka juga berpikiran kalau Riana gak bakal bisa gak jatuh cinta. Mereka malah berpendapat pasti ada di sekolahan yang ditaksir Riana diam-diam.
Namun karena telah terlanjur tampil dengan sosok yang sekarang, tuh cewek jadi rada tengsin kalau semua pada tau dia ngefans sama salah seorang siswa sekolahan mereka. Kalaupun dugaan yang ini keliru, tuh cewek-cewek yang antipati ama Riana berkeyakinan suatu hari Riana pasti kena batunya alias bakal jatuh cinta lagi. Kecuali selera tuh cewek udah tersesat pula suka pada sesama jenis, itu lain pasal.
Bener gak sih? Kalo salah, trus mana yang bener? Dan kalo emang cewek itu kesandung cinta lagi, siapa cowok itu? Dino, si paling cakep, pinter, dan tajir se-sekolahan Riana saja ditolak mentah-mentah. Tapi apa sungguhan itu dari hati kecil Riana? Karena mendadak Riana sempat gak tega juga. Nah lho?!
Trus siapa pula Jong, cowok misteris yang nyebelin hati Riana? Kenapa pada Jong hati Riana berkata I hate you, but… Kalimat itu memunculin musuh baru yang justru dari sahabatnya sendiri, Seranti ! Duh ribetnya! Silahkan ngikutin kelengkapan novel ini, dijamin lo-lo gak bakal nyesel. Malah dapat trik naklukin incaran se-cool apapun dia. Trus juga ada kado gak terduga nih dari Jong tentang hidup!*****
Andhira, gadis sederhana yang pendiam, suatu kali terjebak dalam permainan segerombolan preman iseng yang biasa mangkal di tepi pantai saat sore menjelang malam hari. Dia justru diselamatkan Alex, idola kampus yang pernah mengurangajarinya dalam sebuah pesta ulang tahun. Tapi pertolongan itu membuatnya mengenal lebih jauh lelaki yang ternyata sangat baik hati dan perhatian itu. Mereka menjadi dekat.
Namun di saat hati Andhira mulai merasakan ada getaran lain pada cowok itu, seorang wanita yang pernah jadi cinta lama Alex, hadir di antara mereka. Namanya Mutia, mereka terpisah karena keadaan yang sama-sama tak dikehendaki keduanya. Hingga Alex pun terasa kian jauh dari jangkauan Andhira. Apalagi ketika cowok itu kemudian pindah dari kota mereka demi mengikuti kemana Mutia tinggal, dia tak ingin terpisah lagi dari gadis masa lalunya itu.
Sementara Andhira yang juga harus menghadapi perangai jahil Santos, kakak tirinya karena mamanya menikah lagi, kian merasa hidupnya tak membahagiakan. Apalagi secara tak terduga mamanya, papa baru, dan abang kandungnya meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil, Santos kian bebas bersikap padanya. Hidup gadis itu bagai di ujung tanduk dalam cengkraman Santos. Bagaimana akhirnya nasib hidup dan cinta Andhira? Selamat mengikuti kelengkapan novel ini.*****
Judul : Don’t Touch Me! (Terbit 2006)
Tak sengaja mulut Ben menempel di pipi Lindi, gadis yang dicemoohi gank Ben tapi dikompetisikan. Cewek itu lari sekencang-kencangnya. “Dasar cewek zaman batu,” rutuk Ben,cowok paling keren dan tajir itu di kampus, merasa segala jurusnya mentah di hadapan Lindi. Namun peristiwa tak sengaja itu belakangan membuat hatinya tak enak. Apalagi begitu mengetahui arti sikap tersembunyi cewek itu, melahirkan banyak kejutan baginya.
Batinnya yang selalu puas dalam kompetisi menaklukan cewek mana saja, kali ini benar-benar terombang-ambing bahkan nyaris hancur berkeping-keping. Apalagi begitu dia tau rahasia penyebab Lindi selalu berlari darinya. Gadis itu justru menjadi pelega kehausannya dalam mencari, namun juga menjadi pembakar benci pada lingkaran hidupnya dan orang-orang yang menyebabkannya melihat dunia.
Bagaimana dengan cewek itu sendiri? Kenapa hatinya yang perlahan turut bergetar pada Ben justru tetap dibawanya berlari? Apakah ada hubungannya dengan ayah Lindi, orang yang sangat dikenal Ben? Akankah ada keadaan yang bisa mengurai satu-persatu kerumitan jalan Lindi dan Ben atau tidak ada sama sekali lorong bagi mereka untuk menyatukan ikatan murni batin mereka? Dan siapa pula Sadira, Sami, Teguh, Gala, dan tante Sastri bagi hidup Ben dan Lindi? Selamat mengikuti kelengkapan novel ini.*****
Judul : Menyalakan Matahari (Terbit 2006)
Karena pernah disakiti oleh pria, ditambah pula menyaksikan sendiri penderitaan kaum perempuan karena ulah laki-laki, Jeni membenci semua lelaki. Bahkan memutuskan tak akan menikah. Dengan ayahnya pun Jeni juga tidak dekat, karena sejak Jeni kecil ayahnya sudah sibuk dengan urusan pekerjaannya saja.
Namun begitu sang ayah termasuk ibunya meminta dia menikah karena usianya sudah kepala tiga, Jeni memilih pergi dari rumahnya. Dia berangkat ke Jambi, bekerja di pendampingan masyarakat Suku Kubu Jambi.
Di sini dia justru bertemu Laman Senjo, anak pimpinan salah satu kelompok Suku Kubu, yang mampu merombak pandangannya tentang lelaki dan hidup. Selain itu, dia juga mengenal Sultan, teman sekantor, yang kemudian mengombang-ambingkan perasaannya yang pernah terkubur sekian lama. Sultan membuat Jeni kembali menoleh ke masa lalu, menyadarkan cewek itu pada garis lurus yang tegak antara kekecewaannya pada lelaki dengan kebutuhannya akan tuhan.
Namun sisa kekerasan hatinya pada prinsip yang pernah melekat akan lelaki, membuat dia justru memilih menaklukan kedua lelaki tersebut hanya demi menjawab tuntutan orang tuanya yang terus mengejarnya untuk menikah hingga ke Jambi. Namun apakah benar demikian? Benarkan ego semata yang bicara atau sesungguhnya dialah yang telah takluk pada kedua lelaki itu? Lalu siapakah yang dipilihnya?
Apakah dia akan menikahi Laman Senjo lalu merubahnya menjadi lelaki kota? Sebab diakuinya dia telah jatuh simpati pada lelaki itu. Namun adakah secuil ketulusan terselip di hatinya dalam memilih Laman atau Laman hanya dijadikannya sekedar tameng? Kalau iya, bukankah itu kian membenarkan kekalahannya dalam menghadapi perasaannya pada lelaki? Batin Jeni bergolak dasyat. Pergolakan itu kian seru saat dia tanpa sengaja bertemu Ipung, lelaki yang dijodohkan ayahnya padanya.
Apa makna lelaki itu di hatinya? Karena tanpa diinginkannya, Ipung juga telah berhasil masuk kedalam logikanya, mengurai makna tentang apa yang dibutuhkan wanita dari pria. Siapakah atau adakah salah satu dari mereka yang terpilih, menetap menjadi pelabuhan hidup Jeni? Silahkan ikuti kelengkapan novel ini.*****
Judul : Really…I Love You! (Terbit 2006)
Sizelef Oscaris, cowok model iklan rokok dan minuman berenergi, yang juga Ketua Pencinta Alam Rimba Raya di SMU-nya, lagi broken heart karena diputusin Nagita, cewek cantik dan idola di sekolahnya. Ze ingin balas dendam. Dia tak ingin terlihat hancur di hadapan Nagita, malah dia ingin mencemoohkan cewek itu.
Didekatinya Fidelia, sahabat Nagita. Cewek gempal yang pendiam namun manis itu dijadikannya alat untuk memanas-manasi Nagita, bahwa kecantikan Nagita bukanlah yang digilainya, seujung kukupun! Berhasil! Ze membuat PD Nagita down. Hingga Nagita juga tak rela Ze berpaling darinya dan minta balik ke Ze. Nagita mengakui kalau sampai Fidelia suka pada Ze, itu berarti Ze memang yang terbaik di muka bumi ini. So, Nagita tak akan melepaskan Ze. Namun justru Ze belakangan yang tak iklas meninggalkan Fidelia. Bersama Fidelia, Ze bebas menjadi dirinya.
Cewek itu bisa membuat Ze terbuka bercerita betapa tertekannya dia menjadi anak yang malah tak dianggap punya kelebihan apa-apa dari kakak-kakaknya yang berprestasi di bidang olah otak. Fidelia membuat Ze memahami arti sikap keluarganya dan membantu Ze terpacu berprestasi di bidang yang sama demi kelapangan hidup Ze kelak. Bersama Fidelia, tak pernah ada kecemasan di hati Ze meninggalkannya kapan saja ketika rasa ingin menjelajahi setiap rimba muncul demi memenuhi kehausannya menaklukan alam semesta! Karena begitu Ze pergi dan kembali, dia selalu merasa memiliki dan dimiliki seseorang!
“Fidelia membuatku merasa tak pernah harus menjadi buruh untuk perasaanku sendiri. Tak pernah terjajah oleh rasa takut kehilangan. Itu yang selalu menguasaiku selama mencintai Nagita. Dan bersama Fidelia aku merasa apa yang aku lakukan memiliki arti,” desis Ze. Dan saat Nagita pergi lalu kembali, untuk pertama kalinya Ze dijajah oleh rasa itu lagi, tapi bukan dari Nagita. Melainkan dari Fidelia! Sedangkan bagi Fidelia, dia tak ingin melukai perasaan Nagita dan tak yakin Ze menyukainya yang membuatnya kemudian memutuskan pergi dari keduanya.
Ze menyesali dirinya yang masih saja bimbang, meraih Nagita kembali atau menetap di palung jiwa Fidelia! Membuat Fidelia benar-benar menghilang! Ze sungguh merasa hancur melebihi perasaan hancur saat diputusin Nagita. Akhirnya masa-masa yang dilaluinya dengan Nagita tak lebih dari masa seperti rutinitas minum obat saja, penenang kerinduannya pada Fidelia. Karena lewat Nagita, Ze masih berharap bisa mengetahui dimana dan bagaimana keadaan Fidelia. Namun sia-sia, tak ada informasi yang berhasil didapatnya dari gadis itu.
Hingga di suatu masa empat tahun kemudian, Ze bertemu cewek kurus, segala-galanya mirip Fidelia. Tapi cewek itu tak mencintainya dan dalam keadaan sekarat! “Oh…Seandainya Fidelia mengetahui betapa aku sebenarnya sangat mencintainya,” jerit hati Ze putus asa.
Akankah kisah tiga orang ini, Ze, Fide, dan Nag berakhir dengan terurainya benang kusut dalam jalinan kisah mereka? Silahkan meneruskan membaca kelengkapan novel ini.*****
Judul : Percaya pada Cinta (Terbit 2006)
Semula Risti bingung apakah anugerah baginya mengenal tak sengaja Yuga Disparaka, lelaki berstyle eksekutif tapi sangat asal. Apalagi pertemuan mereka berlangsung di sebuah mall. Dan itu demi melarikan rasa malu Risti pada Sagara, lelaki sekantor yang dikagumi gadis itu saat iRisti mendapati ibunya kembali mengemis di kawasan mall itu walaupun telah berulang kali dilarang Risti.
Namun sang ibu bandel karena menikmati kemudahan mendapatkan uang hanya dengan memasang tampang memelas sambil menadahkan tangannya. Risti takut Sagara mengetahuinya, maka gadis itu membatalkan niatnya melanjutkan menasehati ibunya di keramaian itu.
Saat bersembunyi itulah, Risti justru menabrak tubuh besar Yuga yang tengah memeluk mesra pinggang seorang wanita cantik bak peragawati. Bagi Risti ‘tabrakan’ tak sengaja itu, tak meninggalkan bekas apa-apa. Namun bagi Yuga berbeda. Dia tertarik wajah klasik Risti yang cantik alami. Dasar pria kalangan atas yang selalu di kelilingi wanita-wanita cantik, pikiran ingin menggaet Risti pun muncul. Tapi karena pertemuan mereka hanya sekejap itu tak bisa menghasikan apa-apa, Yuga menyuruh bawahannya mencari informasi tentang Risti. Bodyguard Yuga dengan bermodalkan foto di HP hasil bidikan Yuga yang diambil saat adengan tabrakan dengan Risti.
Sampai pada suatu hari Yuga mendatangi kantor Risti dan mengajaknya berkenalan. Risti yang merasa Yuga pria gombal dan berani menghampirinya di saat sudah punya wanita yang dilihatnya di mall, langsung menilai minus Yuga. Hingga gadis itu pun selalu enggan bicara panjang dengan Yuga. Tapi Yuga tak patah semangat, justru itu yang kian membuatnya ingin menaklukan Risti. Apalagi beberapa kali dilihatnya sifat positif gadis itu yang sudah susah ditemukannya di zaman sekarang, Yuga pun terus menjejali Risti sampai membuntuti dimana rumah gadis itu.
Sementara berjalan waktu hati Risti hancur-lebur karena Sagara yang dikaguminya tertarik pada teman kantor Risti yang cantik berpoleskan make-up. Sagara justru suka wanita yang sangat memperhatikan dandanannya. Di tengah patah hatinya, Yuga datang ke rumah gadis itu. Dan yang mengagetkan bagi keduanya ternyata ayah Risti adalah satpam di kantor Yuga yang sering menyapa Yuga setiap datang ke kantor.
Lewat ayah Risti inilah, Yuga kian bisa masuk ke tengah hidup Risti bahkan kemudian melamar gadis itu! Risti tentu tidak mau menerimanya begitu saja. Tapi karena desakan ayahnya dan janji ibunya yang tak akan mengemis lagi, Risti akhirnya tak kuasa menolak Yuga. Namun dengan syarat, Yuga tidak boleh menyentuhnya selama cinta belum tumbuh di hati gadis itu. Dasyatnya, Yuga setuju! Dia yakin suatu waktu bisa menaklukan hati Risti. Sedangkan bagi Risti dia tetap bersikap melepaskan Yuga yaitu dengan memberikan alternatif jika memakan waktu yang lama perasaan gadis itu tetap tidak hidup pada Yuga, Risti mengizinkan Yuga pergi darinya, menceraikannya.
Sampai suatu hari Yuga didatangi Selena, pacar yang dulu sangat digilainya dari pacar-pacarnya yang lain. Meski kesempatan berselingkuh terbuka lebar, tapi hati Yuga telah garing pada gadis itu. Hingga Selena merasa terhina dan benci pada Risti. Dia pun menyuruh orang bayarannya memperkosa Risti. Sementara itu dia sendiri akan memanas-manasi Risti dengan bilang Yuga telah berkhianat pada gadis itu.
Berhasil! Risti tersulut untuk menuntut kesepakatan agar Yuga melepaskannya. Terjadi perang hebat antara Risti dan Yuga. Di saat itu pula masuk si pengacau yang ingin merenggut kesucian Risti. Namun seketika pula Yuga yang justru datang menjadi penyelamatnya. Akhirnya justru itulah yang jadi pemantik cinta tumbuh di hati Risti pada Yuga.*****
Judul : Terlalu Cinta (Terbit 2007)
Suatu hari yang tak terduga, gadis lugu bernama Flamida bertemu Rigo, cowok urakan yang kaya-raya tapi lebih suka tinggal di jalanan. Rigo teman dekat ayah tiri Flamida, lelaki yang tak disukai Flamida karena sering mengasari ibunya dan menggoda dirinya. Bahkan beberapa kali ayahnya itu pernah hendak menyentuh Flamida.
Maka Rigo pun sangat tak disukai Flamida. Di kepala perempuan yang baru melewati usia 17 tahun itu, Rigo pasti juga binal dan jahat kayak bapak tirinya itu. Sampai suatu kali Flamida diselamatkan Rigo saat bapak tirinya tersebut hendak melanjutkan aksi kurang ajarnya pada Flamida.
Gadis itu menangisi nasibnya yang menderita. Susah dihentikan Rigo. Lelaki yang berperawakan kekar dengan kulit gelap itu haru, karena hati dibalik tubuh besar itu sangat mudah luruh pada perasaan lemah perempuan.
Hingga dia bertekad menyelamatkan kehidupan Flamida dengan mengajak gadis itu meninggalkan rumahnya. Flamida tidak begitu saja mempercayai Rigo. Hingga Rigo pun membuktikannya dengan mengantarkan Flamida ke rumah teman perempuannya untuk tinggal di sana, menyelamatkan diri dari incaran si ayah tiri. Rigo juga membantu mencarikan Flamida pekerjaan.
Namun tinggal satu rumah dengan perempuan yang mencintai Rigo, membuat hidup Flamida tak pernah bebas dari luka. Liza, perempuan pekerja kafe itu justru menyiksa Flamida dengan sikap judesnya namun tampak sangat manis di depan Rigo. Sampai suatu kali Flamida lari dari rumah itu namun kepergok Rigo di gang jalan. Lelaki itupun akhirnya tau kondisi ketertindasan batin Flamida.
Rigo merasa tak ada yang bisa dipercaya untuk menolong Flamida karena teman-temannya memang orang yang hanya setia padanya namun belum tentu bisa menerima orang lain. Sementara kehidupan rumah tangga ibu Flamida dengan sang ayah tirinya juga kian di ujung tanduk sejak kepergian Flamida. Pertengkaran-pertengkaran terus terjadi hingga meruncing dan mencapai puncak dengan kematian sang ibu di ujung pisau si ayah tiri.
Walau sang ayah tiri sudah dijebloskan ke penjara, kepedihan di hati gadis itu tentulah tak mudah hapus begitu saja. Bahkan Flamida merasa juga tak guna melanjutkan hidupnya. Rigo pula yang kemudian mengokohkan kemauan melanjutkan langkah ke masa depan di hati gadis itu. Dia bahkan menawarkan rumahnya yang hanya ditinggali dirinya dan tiga orang pembantu untuk tempat Flamida bernaung. Sedangkan mama dan papa Rigo telah beberapa bulan menetap sementara di Amerika dalam rangka mengembangkan bisnis keluarga di sana.
Namun Flamida tetap masih tak yakin pada Rigo, tapi dia juga tak punya sanak-family lain yang bisa membantunya, sementara teman-teman yang dipunyainya juga orang-orang susah. Flamida akhirnya menerima juga tawaran Rigo.
Namun ternyata bantuan Rigo itu pun tak terlepas dari rasa yang terlanjur mengikatnya, yaitu cinta pada Flamida. Hanya saja Flamida masih tak menyadarinya walau mulai terbuka masuk ke kehidupan Rigo. Sementara lelaki itu kian tak bisa membendung perasaannya yang semakin kokoh tumbuh pada Flamida. Apalagi dengan setiap hari mereka bertemu di rumah.
Rigo pun menujukan banyak perubahan demi cintanya pada Flamida. Lelaki itu jadi lebih alim dan mau menuruti kemauan orang tuanya untuk tekun kuliah dan melanjutkan bisnis ortu. Rigo mulai membenahi hidupnya, demi seorang Flamida.
Gadis itu pun mendapat simpati keluarga Rigo, karena dengan mereka jarang di Indonesia, mereka berharap ada orang yang bisa menggiring Rigo menjadi lebih baik. Rigo sendiri tetap tak mau mundur untuk terus memegang tekad melindungi dan membahagiakan Flamida.
Bagaimana dengan hati gadis itu sendiri? Karena tanpa dikuasainya, dia malah menyukai Giran, kakak Rigo yang dewasa dan tenang, manager perusahaan papa Rigo di Malaysia yang suatu kali pernah pulang ke rumah Rigo. Lelaki itu menebar kebaikan dan Flamida merasakannya sebagai perasaan yang berbalas dari Giran. Namun benarkah Giran mencintai Flamida? Apakah itu tidak sikap yang memang sudah biasa diberikannya pada setiap orang atau justru perangai gombalannya saja?
Lalu bagaimana pula dengan perasaan cinta Flamida di masa lalu pada Elang yang masih terus ditunggunya demi sebuah janji di sepucuk surat? Flamida tetap tak lelah menunggu ungkapan cinta kedua orang tersebut. Namun mampukah kali ini dirinya terus menunggu di saat Rigo semakin penuh kebaikan, ketulusan, dan menunjukkan keseriusan hatinya pada Flamida?
Akankah Rigo bisa masuk menghapus penungguan di dada Flamida? Atau dua-duanya akan tetap saja sama-sama dalam penungguan akan ungkapan rasa yang sebenarnya dari orang-orang yang mereka cintai? Silahkan ikuti kelengkapan novel ini.*****
Judul : I Hate U But…(Terbit 2007)
Riana, si cewek cool, kata sebagian temen, namun dicap si cewek munak oleh sebagian lainnya. Gimana enggak, tuh cewek pas dideketin cowok khususnya seputar hati, langsung pasang tampang serem. Begitu juga kalo liat sepasang mahluk terikat pacaran, ikut ngurusin, kasi pendapat kontra biar yang kasmaran itu tuh putus. Ih, kejam banget ya!
Tapi khusus yang terakhir ini, paling Riana beraninya cuma ke sohib-sohibnya doang, dengan mengkampanyekan tak ada gunanya pacaran, karena ujung-ujungnya pasti hati bakalan kayak daging dikupas trus diolesin jeruk nipis. Tak ada kamusnya pacaran yang bisa abadi sampai kakek-nenek, orang nikah saja bisa cerai, ujar Riana ke temen-temennya itu.
Namun apesnya, seluruh sekolahan sudah pada tau slogan tuh cewek. Maklum Riana populer sih di sekolahannya, cewek paling cantik dan tokcer. Jadi sepak-terjang dan trade record-nya mudah diketahui seantero sekolah, apalagi oleh kaum cowok yang dulunya teramat riuh rebutan naksir cewek itu. Namun belakangan nyadar, sia-sia menggelar aksi apapun buat meluluhkannya.
Kenapa Riana bisa tumbuh begitu di saat masanya ABG bersemi-seminya menggandrungi dan digandrungi rasa cinta? Ini pasti gak salah akibat dari kakaknya Reka yang hampir tiap tiga bulan sekali curhatin putus-nyambung dengan pacar-pacarnya, bahkan sekedar curhatan tentang calon pacar yang kemudian tak jadian. Yang kalo dihitung-hitung hampir selalu ditutup sesegukan Reka habis bercerita.
Trus tanpa terduga Riana juga pernah terseret sekali dalam sekali pacaran yang kemudian dilukai pula. Tuh cowok namanya Reno, pindah kota trus gak ngontak-ngontak Riana lagi. Gak tau kenapa….Itulah pemicu Riana selalu menekankan di dalam hati gak bakalan pacaran. I hate a boy!! Gitu tuh satu kalimat yang selalu bergaung di dada cewek itu.
Bagi yang menamai Riana si cewek munak, tentu atas pendapat gak mungkin ada manusia menafikan perasaan alamiah yang udah ngikut di diri tuh orang sebagai satu paket yang dikasih ama yang di atas. Jadi mereka juga berpikiran kalau Riana gak bakal bisa gak jatuh cinta. Mereka malah berpendapat pasti ada di sekolahan yang ditaksir Riana diam-diam.
Namun karena telah terlanjur tampil dengan sosok yang sekarang, tuh cewek jadi rada tengsin kalau semua pada tau dia ngefans sama salah seorang siswa sekolahan mereka. Kalaupun dugaan yang ini keliru, tuh cewek-cewek yang antipati ama Riana berkeyakinan suatu hari Riana pasti kena batunya alias bakal jatuh cinta lagi. Kecuali selera tuh cewek udah tersesat pula suka pada sesama jenis, itu lain pasal.
Bener gak sih? Kalo salah, trus mana yang bener? Dan kalo emang cewek itu kesandung cinta lagi, siapa cowok itu? Dino, si paling cakep, pinter, dan tajir se-sekolahan Riana saja ditolak mentah-mentah. Tapi apa sungguhan itu dari hati kecil Riana? Karena mendadak Riana sempat gak tega juga. Nah lho?!
Trus siapa pula Jong, cowok misteris yang nyebelin hati Riana? Kenapa pada Jong hati Riana berkata I hate you, but… Kalimat itu memunculin musuh baru yang justru dari sahabatnya sendiri, Seranti ! Duh ribetnya! Silahkan ngikutin kelengkapan novel ini, dijamin lo-lo gak bakal nyesel. Malah dapat trik naklukin incaran se-cool apapun dia. Trus juga ada kado gak terduga nih dari Jong tentang hidup!*****
Contact Us
Bagi pembaca yang berminat berdiskusi fiksi dengan Roidah dan membeli karya-karyanya langsung dari sang penulis, bisa menghubungi alamat berikut :
Blue Syafier Publishing :
Jalan Juanda Gang Gumarang No. 32 RT 05 RW 04 Padang-Sumatera Barat. Kode pos 25115.
Telp. 08126725163
email. blue_syafier@yahoo.com
Blue Syafier Publishing :
Jalan Juanda Gang Gumarang No. 32 RT 05 RW 04 Padang-Sumatera Barat. Kode pos 25115.
Telp. 08126725163
email. blue_syafier@yahoo.com
A Bout Blue Syafier Publishing
Blue Syafier Publishing atau disingkat Blue Syafier, merupakan usaha penerbitan milik Roidah, seorang novelis kelahiran Sumatera Barat. Penerbitan ini bermottokan : merangkum ilmu fiksi, menaklukan dunia lewat kata-kata. Dasar pendirian Blue Syafier Publishing ini tentunya berawal dari kepedulian Roidah pada banyaknya keinginan muda-mudi bisa menulis fiksi (cerpen, novel, dan puisi) lalu dituangkan ke dalam publikasi ala mereka, hingga muncul dalam bentuk buku. Penerbitan ini kelak berharap bisa menaungi lembaga pendidikan fiksi yang ingin didirikan Roidah. Semoga bisa terwujud...
A Bout Roidah
Cewek kelahiran Padang, 6 April 1975 ini sangat aktif menulis berbagai tulisan, baik dalam bentuk artikel, fiksi, bahkan puisi. Semua jenis tulisannya itu telah banyak dimuat media di berbagai daerah dan nasional. Maka wajar dunia pers menggenggamnya begitu kuat, antara lain dia pernah tercatat sebagai Wakil Pimpinan Redaksi Majalah Tasbih Sumatera Barat (2005-2006) dan koresponden Majalah Alkisah-Grup Aneka Yess! Jakarta untuk wilayah Sumatera Barat (2004-sekarang).
Dia juga pernah menjabat sebagai Editor Newsletter BRIEF Jambi (2006-sekarang), Editor Majalah Alam Sumatera Jambi (2002-2004), Redaktur Surat Kabar Umum Tribun Sumatera Barat (2005), Asisten Redaktur Pelaksana Harian Umum Suara Kita Pekanbaru-Riau (1999), wartawan Harian Umum Singgalang, Padang-Sumatera Barat (2001-2002), Reporter Harian Umum Suara Riau Pekanbaru-Riau (1999-2001), hingga tahun 2002-2004 menjabat Scriptwriter bahan-bahan publikasi Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi Jambi (sebuah NGO Indonesia bekerjasama dengan Norwegia Rain Forest) dalam bentuk kalender, website, media cetak, dan lainnya.
Sekarang dia menjabat sebagai Awareness and Communication Specialist di EC-Indonesia Forest Law Enforcement, Governance, and Trade Support Project (EC-IND FLEGT SP), lembaga kerjasama pemerintahan (G to G) Uni Eropa dengan Departemen Kehutanan RI. Dia juga bisa disebut sebagai expert alias tenaga ahli/konsultan Uni Eropa dan Indonesia untuk sektor kehutanan negeri ini (2006). Disamping itu dia pernah pula tercatat sebagai Communication Specialist (Kabag Humas) di tahun 2002-2004 pada program The Habitat and Resource Management for the Kubu di KKI Warsi. KKI Warsi ini juga berkegiatan di bidang tanah ulayat, dan kelesatarian hutan Sumatera dan berkantor di Jambi, Sumatera Barat, Bengkulu, dan Riau.
Selain itu dia juga pernah menjadi Humas di Komunitas Langkan Budaya Indonesia (KLBI)-Padang di Sumatera Barat (2004-2006), pengelola marketing dan administrasi PT Pandu Surya Karya Mandiri Sumatera Barat (2005). Di luar itu semua dia juga sering diminta menjadi juri, pemateri seminar, memimpin ekspedisi media (cetak dan elektronik daerah maupun nasional), dan tutor jurnalistik di lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Adzkia Sumbar (2006).
Adapun judul buku-bukunya yang telah beredar di pasaran, yaitu : Love Me Save Me, Selamanya Cinta, Don’t Touch Me!, Menyalakan Matahari, Pembantu dan Pelacur, Percaya pada Cinta, Really…I Love You!, Cerpen Mardigras dalam buku Kiat Sukses Mendidik Anak Soleh, kolaborasi dengan penulis asal Bandung, Wuri Nuraida, novel remaja I Hate U But...diterbitkan Grafindo-Yogyakarta (2007), dan novel Terlalu Cinta diterbitkan penerbit milik Roidah sendiri, Blue Syafier Publishing (2007).
Cewek yang masih lajang dan lulusan Fakultas Sastra Universitas Andalas (Unand) Sumbar ini kini menetap di Jalan Juanda Gang Gumarang No.32 RT05 RW04, telepon (0751) 7059932 atau 08126725163, email : blue_syafier@yahoo.com. Bagi pembaca yang tertarik berinteraksi langsung dengan gadis yang pernah menjadi aktifis majalah kampus, pramuka, dan teater semasa kuliah ini bisa menghubungi contact personnya di atas.
Dia juga pernah menjabat sebagai Editor Newsletter BRIEF Jambi (2006-sekarang), Editor Majalah Alam Sumatera Jambi (2002-2004), Redaktur Surat Kabar Umum Tribun Sumatera Barat (2005), Asisten Redaktur Pelaksana Harian Umum Suara Kita Pekanbaru-Riau (1999), wartawan Harian Umum Singgalang, Padang-Sumatera Barat (2001-2002), Reporter Harian Umum Suara Riau Pekanbaru-Riau (1999-2001), hingga tahun 2002-2004 menjabat Scriptwriter bahan-bahan publikasi Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi Jambi (sebuah NGO Indonesia bekerjasama dengan Norwegia Rain Forest) dalam bentuk kalender, website, media cetak, dan lainnya.
Sekarang dia menjabat sebagai Awareness and Communication Specialist di EC-Indonesia Forest Law Enforcement, Governance, and Trade Support Project (EC-IND FLEGT SP), lembaga kerjasama pemerintahan (G to G) Uni Eropa dengan Departemen Kehutanan RI. Dia juga bisa disebut sebagai expert alias tenaga ahli/konsultan Uni Eropa dan Indonesia untuk sektor kehutanan negeri ini (2006). Disamping itu dia pernah pula tercatat sebagai Communication Specialist (Kabag Humas) di tahun 2002-2004 pada program The Habitat and Resource Management for the Kubu di KKI Warsi. KKI Warsi ini juga berkegiatan di bidang tanah ulayat, dan kelesatarian hutan Sumatera dan berkantor di Jambi, Sumatera Barat, Bengkulu, dan Riau.
Selain itu dia juga pernah menjadi Humas di Komunitas Langkan Budaya Indonesia (KLBI)-Padang di Sumatera Barat (2004-2006), pengelola marketing dan administrasi PT Pandu Surya Karya Mandiri Sumatera Barat (2005). Di luar itu semua dia juga sering diminta menjadi juri, pemateri seminar, memimpin ekspedisi media (cetak dan elektronik daerah maupun nasional), dan tutor jurnalistik di lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Adzkia Sumbar (2006).
Adapun judul buku-bukunya yang telah beredar di pasaran, yaitu : Love Me Save Me, Selamanya Cinta, Don’t Touch Me!, Menyalakan Matahari, Pembantu dan Pelacur, Percaya pada Cinta, Really…I Love You!, Cerpen Mardigras dalam buku Kiat Sukses Mendidik Anak Soleh, kolaborasi dengan penulis asal Bandung, Wuri Nuraida, novel remaja I Hate U But...diterbitkan Grafindo-Yogyakarta (2007), dan novel Terlalu Cinta diterbitkan penerbit milik Roidah sendiri, Blue Syafier Publishing (2007).
Cewek yang masih lajang dan lulusan Fakultas Sastra Universitas Andalas (Unand) Sumbar ini kini menetap di Jalan Juanda Gang Gumarang No.32 RT05 RW04, telepon (0751) 7059932 atau 08126725163, email : blue_syafier@yahoo.com. Bagi pembaca yang tertarik berinteraksi langsung dengan gadis yang pernah menjadi aktifis majalah kampus, pramuka, dan teater semasa kuliah ini bisa menghubungi contact personnya di atas.
Subscribe to:
Posts (Atom)
